5 Pembunuhan Berantai ini Belum Terungkap Pelakunya

Daftar Misteri Pembunuhan yang Belum Terpecahkan

Daftar Misteri Pembunuhan yang Belum Terpecahkan

Pernah bayangin nggak, saat ini kamu merasa semuanya baik-baik aja dengan hidupmu tapi mendadak bertemu dengan seseorang yang jahat dan berniat membunuhmu?

Mungkin itu juga yang dialami oleh orang-orang yang menjadi korban pembunuhan berantai. Mereka tak merasa memiliki salah terhadap siapapun namun tetap saja dibunuh. Parahnya, hingga sekarang siapa pelaku pembunuhan itupun belum terungkap.

Kami pun merangkum 10 kasus misteri pembunuhan berantai yang pelakunya belum terpecahkan hingga kini.

  1. Charlie Chop-Off

Seorang pembunuh berantai mendapat julukan Charlie Chop-Off karena caranya yang teramat brutal dalam menghabisi korbannya. Pembunuh tersebut memiliki kebiasaan untuk menusuk anak laki-laki Afrika-Amerika secara berulang-ulang dan kemudian berujung pada mutilasi genital.

Korbannya adalah seorang anak laki-laki berusia delapan tahun bernama Douglas Owen. Owen ditemukan pada tanggal 9 Maret 1979 di sebuah atap gedung di Manhattan. Owen ditusuk sebanyak 38 kali dan alat kelaminnya dimutilasi.

Lebih dari dua anak laki-laki dibunuh dengan cara yang sama. Beberapa tersangka telah ditangkap, namun kemudian dilepaskan karena tak ada bukti yang kuat. Hingga kini tak ada yang tahu siapa yang tega membunuh seseorang dengan cara yang kejam seperti itu.

  1. The Honolulu Strangler

The Honolulu Strangler adalah pembunuh berantai pertama yang muncul di Hawaii. Pembunuh ini diketahui telah menghabisi nyawa lima orang perempuan muda di tahun 1980-an. Korban pertamanya adalah perempuan berusia 27 tahun bernama Vicky Purdy. Tubuhnya ditemukan pada bulan Mei 1985. Ia diperkosa, dicekik dengan tali dan tangannya diikat di belakang punggung. Kemudian korban-korban berikutnya juga ditemukan di tempat yang sama. Banyak dugaan yang muncul mengenai kasus ini namun sampai sekarang belum menemui kesimpulan yang tepat.

  1. Stoneman

Stoneman adalah pembunuh berantai paling terkenal di India. Ia diduga telah membunuh lebih dari 13 orang di Kolkata dan 12 orang di Bombay. Korban pertama Stoneman ditemukan di bulan Juni 1989 yang merupakan seorang gelandangan. Gelandangan tersebut dibunuh dengan pukulan di kepala menggunakan batu.

Sama seperti kasus pembunuhan tak terungkap lainnya, kasus ini menemui jalan buntu karena minimnya keterangan dan motif pembunuh belum jelas hingga kini.

  1. The February 9th Killer

The February 9th Killer adalah pembunuh berantai yang dipercaya bertanggung jawab atas pembunuhan Sonia Mejia dan anak yang masih ada dalam kandungannya, serta pembunuhan Damiana Castillo di daerah Utah. Kedua perempuan ini dicekik di apartemen mereka. Kedua pembunuhan ini terjadi pada tanggal 9 Februari. Banyak spekulasi yang beredar, namun karena tak menemui titik terang maka kasus ini dibekukan pada tahun 2011.

  1. Jack The Ripper

Jack The Ripper adalah pembunuh berantai paling terkenal di London. Ia muncul pada tahun 1888 di daerah miskin dan kumuh di Whitechapel London. Kelima korban Jack adalah pekerja seks komersial dan dibunuh dengan cara yang sama yaitu digorok lehernya menggunakan senjata tajam. Setelah dibunuh biasanya Jack memutilasi dan mengambil organ dalam korbannya.

Mengingat pembunuhan ini begitu rapi dan cara Jack memotong korbannya begitu ahli, ada dugaan bahwa Jack adalah seorang dokter yang sedang bereksperimen. Hingga kini, sudah lebih dari 100 teori yang dikemukakan mengenai siapa Jack The Ripper sebenarnya. Namun kebenarannya belum terungkap.

Tradisi Cuci Keris Saat Malam Satu Suro

Ritual Cuci Keris Malam Satu Suro

Ritual Cuci Keris Malam Satu Suro

Keris muncul beriringan dengan terciptanya bangunan-bangunan batu tertua. Candi, prasasti, arca, dan setiap bangunan apapun yang terbuat dari batu pasti dikerjakan dengan alat-alat logam, karena material logam bersifat lebih keras daripada batu.

Keris yang bagus adalah keris yang tersusun dari campuran berbagai jenis logam, seperti besi, baja, dan nikel. Campuran ini cukup sempurna: baja yang keras, tajam, getas dipadukan dengan olahan besi dan nikel yang lebih lunak. Oleh sebab itu ia tidak mudah patah atau bengkok.

Di kalangan masyarakat Jawa, keris kental sebagai sebuah simbol kejantanan. Keris juga dapat dikatakan lambang pusaka. Kalender masyarakat Jawa mengirabkan pusaka unggulan keraton pada tanggal satu sura.

Menurut tradisi kepercayaan Jawa kuno, keris alias tombak pusaka itu menjadi unggulan keampuhannya bukan saja karena dibuat dari unsur baja, besi, nikel, melainkan pula teknik pembuatannya yang sangat berbeda. Pembuatannya disertai dengan ritual pemanjatan doa kepada sang Maha Pencipta Alam oleh sang empu serta pandai besi. Maka keris pun dianggap senjata yang mengandung daya magis.

Keris merupakan warisan budaya asli Nusantara. Meski kebudayaan tersebut sudah mendapatkan pengaruh dari kebudayaan luar. India, Cina, dan Timur Tengah misalnya. Pengaruh ini umumnya dapat terlihat pada keragaman motif ornamen keris.

Bilah keris selalu condong sekitar hampir 30 derajat terhadap pegangannya. Bertujuan agar luka tikaman yang dihasilkan lebih besar. Semakain senjata tikam memiliki kemiringan tertentu, akan makin hebat jugalah kemampuan merusak yang dimilikinya.

Ritual yang dinamai Penjamasan ini juga punya ritual khusus lainnya seperti puasa, pati geni, menyiapkan sesaji lengkap dengan menyan, tumpeng, dan berbagai persiapan lainnya. Masyarakat Jawa percaya kalau ritual mencuci benda pusaka ketika malam 1 Suro akan mempertahankan kesaktian benda pusaka peninggalan leluhur.

Adanya berbagai kepercayaan tersebut, membuat malam 1 Suro makin diselimuti oleh nuansa mistis. Anggapan tersebut tak lepas dari sejarah zaman kerajaan tempo dulu. Kala itu, bulan Suro jadi satu waktu dimana keraton di Pulau Jawa mengadakan ritual memandikan pusaka. Masih begitu dihormati oleh masyarakat, karisma keraton itu sendiri yang membentuk stigma mistis akan bulan Suro.

Jika ada warga yang mengadakan perayaan khusus, seperti pernikahan, di bulan Suro. Maka perayaan itu akan berdampak pada sepinya ritual pencucian pusaka yang diselenggarakan oleh keraton. Dianggap mengurangi kewibawaan keraton, maka mulai beredar mitos-mitos seram tentang bulan Suro.

Tradisi ini juga jadi satu bentuk aksi untuk mememupuk kesetiaan warga pada keraton. Hingga kini, kepercayaan itu masih dipegang kuat oleh masyarakat Jawa. Di balik semua cerita yang terdengar, tak ada salahnya juga kalau ingin melestarikan tradisi, bukan? Setiap orang punya perspektif sendiri untuk menilai malam 1 Suro.