Jalan Depan Sentra Grosir Cikarang Macet Parah

Kemacetan Jalan Didepan Sentra Grosir Cikarang Utara Jababeka

Kemacetan Jalan Didepan Sentra Grosir Cikarang Utara Jababeka

Sentra Grosir Cikarang | Kepadatan lalu lintas di seputaran SGC atau Sentra Grosir Cikarang tidak pernah bisa diuraikan, selama kapasitas terminal Cikarang sebagai hub dari bus asal Bandung, Karawang, Purwakarta dan sekitarnya, termasuk APTB Cikarang tidak diperbesar.

Permasalahan terkait Sentra Grosir Cikarang itu sebetulnya sudah dibahas didalam rapat DPRD Kabupaten Cikarang Bekasi dengan beberapa stakeholder. Adapun pembicaraan mengenai kemacetan di jalan depan Sentra Grosir Cikarang sudah dilakukan pekan lalu. Turut hadir pula Aep Rohmat yang menjabat sebagai Ketua DPRD Komisi C, beberapa anggota DPRD Komisi C lainnya, Kompol Iwan selaku Kasatlantas Polres Bekasi Cikarang Jababeka, Rony Harjanto selaku Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Kadis Kebersihan Kabupaten Bekasi, satuan Satpol PP, Organda dari Kabupaten Bekasi, pengelola SGC dan sejumlah stakeholder terkait lainnya.

Masalah lain yang diduga menjadi penyebab kemacetan didepan SGC adalah kapasitas pasar Tumpah Cikarang yang tidak mampu menampung banyaknya pedagang yang ingin berjualan disana. Alhasil, para pedagang banyak juga yang berjualan di luar pasar hingga pinggir trotoar depan SGC.

“Kami sudah dapat laporan dari beberapa pihak soal kemacetan jalanan disekitar Sentra Grosir Cikarang. Semua masalah bermuara di terminal Cikarang dan pasar Tumpah yang berlokasi di dekat SGC”, jelas Kompol Iwan.

Untuk para pedagang bandel yang masih berjualan didepan SGC, Kompol Iwan juga telah mengeksekusi operasi yang diberi nama ‘Operasi Penerangan Keliling’. Gunanya untuk menertibkan para pedagang yang masih berjualan didepan SGC diatas jam 6.30 pagi WIB.

“Operasi tersebut kami lakukan dalam rangka pelaksanaan ‘Operasi Simpatik Jaya’ yang bermaksud supaya Pasar Tumpah yang berada didepan Sentra Grosir Cikarang tidak menjadi penganggu kelancaran arus lalu-lintas yang ada”, tambah Kompol Iwan lagi.

Kompol Iwan sungguh berharap, supaya kedepan para pedagang yang berjualan di Pasar Tumpah bisa tertib dengan waktu. Sehingga, saat jam operasional yang diberlakukan untuk pasar telah habis, mereka punya kesadaran sendiri untuk bergegas membenahi barang-barang dagangannya untuk menjaga lancarnya arus lalu-lintas.

Saat memantau lokasi Sentra Grosir Cikarang secara reguler, petugas Polisi selain ikut membantu membereskan barang dagangan dan lapak kepunyaan pedagang, mereka juga ikut membersihkan sampah-sampah sisa pasar yang berserakan di jalanan.

Proyek Perumahan Murah di Cikarang Digelar Jokowi

Jokowi Sukses Dengan Proyek Perumahan Murah di Cikarang Bekasi Jababeka Untuk MBR

Jokowi Sukses Dengan Proyek Perumahan Murah di Cikarang Bekasi Jababeka Untuk MBR

Perumahan murah di Cikarang | Terdapat sebanyak 8,749 unit rumah Cikarang jenis tapak bertipe 25 / 60 yang dibangun di sebuah lahan 105 hektar di Cikarang Bekasi Jababeka yang menjadi bagian dari program bertajuk ‘sejuta rumah’ gagasan Presiden Jokowi. Sejauh ini sudah ada 4,734 unit yang sudah rampung dibangun di kompleks perumahan murah di Cikarang Bekasi Jababeka itu. Ini berarti, program rumah Cikarang yang murah itu masih menyisakan 4,365 unit lagi.

Adapun Presiden Jokowi juga masih ingin mengekspansi proyek dengan membangun 4,015 unit lagi. Tujuannya tentu untuk memfasilitasi perumahan murah di Cikarang bagi masyarakat berpenghasilan rendah / MBR.

Maryono yang menjabat sebagai Direktur Utama BTN (Bank Tabungan Negara) menjelaskan kepada publik, kalau rumah Cikarang yang dibangun tersebut cuma ditargetkan kepada para MBR. Dengan kisaran income per bulan sebesar 4jt Rupiah kebawah.

Lalu bagaimana jika masyarakat mau membeli dan ikutan program perumahan murah di Cikarang ala Jokowi itu?

Untuk memperoleh KPR dan mendapatkan unit di perumahan murah di Cikarang itu, peminat cukup membayarkan Pursekot sebesar 1% dari total harga rumah saja. Itu pun cicilannya sebesar 5% yang tidak akan berubah-ubah lagi sampai tenor cicilan selama 20 tahunnya habis. Cicilannya pun dibuat bervariasi oleh BTN. Yakni, mulai dari Rp 750,000,- hingga Rp 900,000,- / bulan.

Perumahan murah di Cikarang ini merupakan rumah Cikarang sederhana yang khusus dibangun untuk para masyarakat yang penghasilan per bulannya itu rendah. Harga jual per unitnya itu antara Rp 112,000,000,- sampai Rp 141,000,000,-, dimana semua KPR akan kami subsidi dengan program FLPP KPR”, jelas Maryono saat menemani Presiden Jokowi di acara peresmian proyek konstruksi perumahan murah di Cikarang.

Dengan disokong FLPP oleh BTN, jelas pembeli hanya akan dibebankan dengan bunga cicilan yang tetap 5% selama masa tenor 20 tahun. Besaran uang muka juga bisa murah, karena disubsidi juga oleh pemerintah pusat. Yakni, sebesar Rp 4,000,000,- untuk per unitnya.

“Kan lumayan jadinya. Sisa pursekot bisa dipakai pembeli untuk membayar biaya admin dan lain-lain”, sambungnya.

Proyek rumah Cikarang murah ini tentunya menjadi terobosan Presiden Jokowi yang  sukses. Bayangkan, ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia dengan income rendah untuk berpeluang memiliki hunian rumah tapak.

Syarat lain yang harus dipenuhi pembeli untuk mendapatkan unit di perumahan murah di Cikarang

Namun begitu, ada syarat lain yang harus dipenuhi oleh MBR yang punya minat untuk membeli unit di kompleks perumahan murah di Cikarang itu. Yaitu, sama sekali belum pernah punya rumah sendiri sebelum dia membeli rumah Cikarang itu, lalu sudah bekerja di instansi yang jelas atau punya usaha sendiri selama minim 1 tahun, terakhir meneken surat segel diatas materai Rp 6,000,- bahwa pembeli sanggup melunasi kredit.

Sekedar informasi, perumahan murah di Cikarang untuk MBR ala Jokowi itu juga punya fasilitas umum yang lengkap. Contohnya, rumah ibadah, sarana olahraga, area bemain anak, sekolah dan Rumah Sakit.